
Oleh: Niken Fitra Kharisma
Yogyakarta, adalah salah satu kota eksotik di Pulau Jawa. Kota yang terkenal dengan kota pelajar ini menyimpan berjuta keindahan wisata yang eksotik dan patut menjadi salah satu tujuan berlibur anda. Kali ini saya ingin mengupas beberapa informasi terkait dengan wisata di Yogyakarta ini. Mungkin beberapa informasi ini dapat menjadi referensi bagi anda yang ingin mengujungi dan sekedar singgah menikmati pesona Yogyakarta. Saya akan mulai dari beberapa tempat yang dapat anda kunjungi di kota ini beserta fasilitas-fasilitas yang dapat anda gunakan jika anda sedang berada di tempat tersebut.
Malioboro
Menurut wikipedia Malioboro adalah nama jalan di Kota Yogyakarta yang membentang dari Tugu Yogyakarta hingga ke perempatan Kantor Pos Yogyakarta yang terdiri dari Jalan Pangeran Mangkubumi dan Jalan Jend. A. Yani, Jalan ini merupakan poros Garis Imaginer Kraton Yogyakarta.
Jangan lupa untuk menyisakan sedikit tenaga. Masih ada pasar tradisional yang harus dikunjungi. Di tempat yang dikenal dengan Pasar Beringharjo, selain wisatawan bisa menjumpai barang-barang sejenis yang dijual di sepanjang arcade, pasar ini menyediakan beraneka produk tradisional yang lebih lengkap. Selain produk lokal Jogja, juga tersedia produk daerah tetangga seperti batik Pekalongan atau batik Solo. Mencari batik tulis atau batik print, atau sekedar mencari tirai penghias jendela dengan motif unik serta sprei indah bermotif batik. Tempat ini akan memuaskan hasrat berbelanja barang-barang unik dengan harga yang lebih murah.
Berbelanja di kawasan Malioboro serta Beringharjo, pastikan tidak tertipu dengan harga yang ditawarkan. Biasanya para penjual menaikkan harga dari biasanya bagi para wisatawan.
Benteng Vredenburg dan Gedung Agung
Di sekitaran Malioboro anda juga dapat menikmati beberapa tempat wisata lain, salah satunya Benteng Vredenburg dan Gedung Agung. Benteng Vredenburg ini dulunya merupakan basis perlindungan Belanda dari kemungkinan serangan pasukan Kraton. Seperti lazimnya setiap benteng, tempat yang dibangun tahun 1765 ini berbentuk tembok tinggi persegi melingkari areal di dalamnya dengan menara pemantau di empat penjurunya yang digunakan sebagai tempat patroli. Dari menara paling selatan, YogYES sempat menikmati pemandangan ke Kraton Kesultanan Yogyakarta serta beberapa bangunan historis lainnya.
Sedangkan Gedung Agung yang terletak di depannya pernah menjadi tempat kediaman Kepala Administrasi Kolonial Belanda sejak tahun 1946 hingga 1949. Selain itu sempat menjadi Istana Negara pada masa kepresidenan Soekarno ketika Ibukota Negara dipindahkan ke Yogyakarta.
Saat matahari mulai terbenam, ketika lampu-lampu jalan dan pertokoan mulai dinyalakan yang menambah indahnya suasana Malioboro, satu persatu lapak lesehan mulai digelar. Makanan khas Jogja seperti gudeg atau pecel lele bisa dinikmati disini selain masakan oriental ataupun sea food serta masakan Padang. Serta hiburan lagu-lagu hits atau tembang kenangan oleh para pengamen jalanan ketika bersantap.
Bagi para wisatawan yang ingin mencicipi masakan di sepanjang jalan Malioboro, mintalah daftar harga dan pastikan pada penjual, untuk menghindari naiknya harga secara tidak wajar.
Mengunjungi Yogyakarta yang dikenal dengan "Museum Hidup Kebudayaan Jawa", terasa kurang lengkap tanpa mampir ke jalan yang telah banyak menyimpan berbagai cerita sejarah perjuangan Bangsa Indonesia serta dipenuhi dengan beraneka cinderamata. Surga bagi penikmat sejarah dan pemburu cinderamata.
Keraton Yogyakarta
Sedikit melangkah kita dapat melihat keraton Yogyakarta. Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau Keraton Yogyakarta merupakan istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang kini berlokasi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Walaupun kesultanan tersebut secara resmi telah menjadi bagian Republik Indonesia pada tahun 1950, kompleks bangunan keraton ini masih berfungsi sebagai tempat tinggal sultan dan rumah tangga istananya yang masih menjalankan tradisi kesultanan hingga saat ini. Keraton ini kini juga merupakan salah satu objek wisata di Kota Yogyakarta. Sebagian kompleks keraton merupakan museum yang menyimpan berbagai koleksi milik kesultanan, termasuk berbagai pemberian dari raja-raja Eropa, replika pusaka keraton, dan gamelan. Dari segi bangunannya, keraton ini merupakan salah satu contoh arsitektur istana Jawa yang terbaik, memiliki balairung-balairung mewah dan lapangan serta paviliun yang luas.
Keraton Yogyakarta mulai didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I beberapa bulan pasca Perjanjian Giyanti di tahun 1755. Lokasi keraton ini konon adalah bekas sebuah pesanggarahan[2] yang bernama Garjitawati. Pesanggrahan ini digunakan untuk istirahat iring-iringan jenazah raja-raja Mataram (Kartasura dan Surakarta) yang akan dimakamkan di Imogiri. Versi lain menyebutkan lokasi keraton merupakan sebuah mata air, Umbul Pacethokan, yang ada di tengah hutan Beringan. Sebelum menempati Keraton Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono I berdiam di Pesanggrahan Ambar Ketawang yang sekarang termasuk wilayah Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman.
Secara fisik istana para Sultan Yogyakarta memiliki tujuh kompleks inti yaitu Siti Hinggil Ler (Balairung Utara), Kamandhungan Ler (Kamandhungan Utara), Sri Manganti, Kedhaton, Kamagangan, Kamandhungan Kidul (Kamandhungan Selatan), dan Siti Hinggil Kidul (Balairung Selatan)[4][5]. Selain itu Keraton Yogyakarta memiliki berbagai warisan budaya baik yang berbentuk upacara maupun benda-benda kuno dan bersejarah. Di sisi lain, Keraton Yogyakarta juga merupakan suatu lembaga adat lengkap dengan pemangku adatnya. Oleh karenanya tidaklah mengherankan jika nilai-nilai filosofi begitu pula mitologi menyelubungi Keraton Yogyakarta.
Tamansari adalah taman kerajaan atau pesanggrahan Sultan Yogya dan keluarganya. Sebenarnya selain Taman Sari, Kesultanan Yogyakata memiliki beberapa pesanggrahan seperti Warungboto, Manukberi, Ambarbinangun dan Ambarukmo. Kesemuanya berfungsi sebagai tempat tetirah dan bersemadi Sultan beserta keluarga. Disamping komponen-komponen yang menunjukkan sebagai tempat peristirahatan, pesanggrahan-pesanggrahan tersebut selalu memiliki komponen pertahanan. Begitu juga hanya dengan Tamansari.
Letak Tamansari hanya sekitar 0,5 km sebelah selatan Kraton Yogyakarta. Arsitek bangunan ini adalah bangsa Portugis, sehingga selintas seolah-olah bangunan ini memiliki seni arsitektur Eropa yang sangat kuat, disamping makna-makna simbolik Jawa yang tetap dipertahankan. Namun jika kita amati, makna unsur bangunan Jawa lebih dominan di sini. Tamansari dibangun pada masa Sultan Hamengku Buwono I atau sekitar akhir abad XVII M. Tamansari bukan hanya sekedar taman kerajaan, namun bangunan ini merupakan sebuah kompleks yang terdiri dari kolam pemandian, kanal air, ruangan-ruangan khusus dan sebuah kolam yang besar (apabila kanal air terbuka).
Hotel di Kawasan Maliobor dan Sekitarnya
| Nama Hotel | Kelas | Lokasi | Tarif per Malam |
| Abadi Hotel Jogja | Bintang 3 | Jalan Pasar Kembang 49 Yogyakarta | Rp 525.000 |
| Hotel Mutiara Malioboro Yogyakarta | Bintang 3 | Jalan Malioboro 18 Yogyakarta 55213 PO Box 1087 | Rp595.000 |
| Hotel Brongto | Bintang 3 | Jl. Suryodiningratan No. 26 Yogyakarta 55141 | Rp 395.000 |
| Hotel Ibis | Bintang 3 | Jalan Malioboro No 52-58 - 55001 - YOGYAKARTA - INDONESIA Tel : (+62)274/516974 Fax : (+62)274/516977 | Rp420.000 |
| Hotel Melia Purosani | Bintang 5 | Jl. Suryamatjan, Yogyakarta, Indonesia. Tel: (62) 274 589521 - Fax: (62) 274 588071 | Rp649.000 |
| Inna Garuda Hotel Yogyakarta | Bintang 4 | Jl. malioboro 60, yogyakarta 55213, Yogyakarta, Indonesia. Phone: +62 274 566353. Fax: | Rp619.065 |
| Nama Makanan | Tempat |
Angkringan Lik Man | Utara Stasiun Tugu(jl.Wongsodirjan) |
| Gudeg Wijilan | Jl. Wijilan |
| Bakmi Kadin | Bintaran Kulon No.3 & 6 |
| Lesehan Malioboro | Jl. Malioboro |
| Restauran Superman | Jl. Sosrowijayan belakang Jl. Malioboro |
Kaliurang
Kaliurang yang secara harfiah dalam bahasa Indonesia berarti "Sungai Udang", adalah sebuah tempat wisata yang terletak di provinsi Yogyakarta, persisnya di Kabupaten Sleman, di perbatasan dengan provinsi Jawa Tengah.
Akses menuju ke Kaliurang sangat mudah. Setidaknya dengan jalan kaki atau menumpang angkutan bus, kol (Colt), taxi, ojek atau becak (jarang yang mau), melewati Jalan Kaliurang. Jarak Kaliurang ke Yogyakarta kurang dari 1 jam perjalanan, dan ke Surakarta kurang dari 3 jam perjalanan.
Kaliurang adalah sebuah resor atau tempat peristirahatan karena sejuknya udaranya. Maka di sini terdapat banyak vila-vila penginapan, kebanyakan orang sekitar menyebutnya wisma. Tempat yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan baik dalam maupun luar negeri adalah Tlaga Putri.
Di Kaliurang terdapat sebuah bangunan bersejarah yaitu Wisma Kaliurang. Di sana pernah terjadi Perundingan Khusus antara Republik Indonesia dengan Komisi Tiga Negara pada 13 Januari 1948. Perundingan Kaliurang ini melahirkan Notulen Kaliurang.
Republik Indonesia diwakili oleh Presiden Soekarno , Wapres Moh Hatta , PM Syahrir dan Jendral Soedirman. Sedangkan Delegasi Belanda diwakili oleh Paul Van Zeelan (Belgia), Richard Kirby (Australia), dan Dr Frank Graham (AS). Di dalam perundingan, Frank Graham mengucapkan ungkapan populer, yaitu "You are what you are from bullets to the ballots."
Berjarak 28 kilometer dari pusat kota Yogyakarta, Kaliurang kini menjadi sebuah kawasan wisata alam dan budaya yang memikat, serta menjadi tempat yang menyenangkan untuk rekreasi keluarga.
Bersantai dengan keluarga, orang tua bisa bersantai sambil mengawasi anak-anak bermain di Taman Rekreasi Kaliurang. Di dalam taman seluas 10.000 meter persegi anak-anak bisa bermain ayunan, perosotan, atau berenang di kolam renang mini. Selain itu di taman yang dihiasi oleh patung jin ala kisah 1001 malam dan beberapa jenis hewan ini, anak-anak juga bisa bermain mini car atau memasuki mulut patung seekor naga yang membentuk lorong kecil dan berakhir di bagian ekornya.
Sekitar 300 meter ke arah timur laut dari taman rekreasi terdapat Taman Wisata Plawangan Turgo. Di kawasan taman wisata ini terdapat kolam renang Tlogo Putri yang airnya berasal dari mata air di lereng Bukit Plawangan. Bermain ayunan atau bercanda bersama keluarga di taman bermain yang berada di dalam taman wisata, rasa lelah akan lebur dalam rimbunnya taman perhutani.
Melangkahkan kaki menyusuri sisi timur, melihat beberapa ekor monyet yang berloncatan dan berayun di dahan, menikmati kicau burung di jalur berbatu susun dan tangga berundak di jalan menanjak sejauh 900 meter; mungkin akan sedikit melelahkan, tetapi pemandangan Gunung Merapi di saat cuaca cerah dari Bukit Pronojiwo, akan menggantikan rasa lelah dengan kekaguman. Pada perjalanan ke puncak Pronojiwo, YogYES sempat adu lari dengan seorang turis asing asal Inggris bernama Nick (47 tahun). Meski memenangkan adu lari, tapi perasaan menyatu dengan suasana alamlah yang paling membahagiakan. Air minum yang dijual oleh wanita penjaja minuman di puncak Pronojiwo bisa melepas rasa dahaga sambil menikmati Merapi yang berdiri tegak di tengah rimbunnya hamparan hijau. Setiap hari libur, Merapi bisa dilihat melalui teropong yang disewakan dengan tarif Rp.3000 selama 30 menit.
Sesampainya kembali di lokasi taman bermain, bersantailah sejenak di Tlogo Muncar. Meredakan letih sambil menikmati air yang terjun di sela-sela bebatuan. Biasanya air akan mengalir dengan deras di musim penghujan.
Jika ingin menikmati pemandangan Kaliurang, para pengunjung bisa berkeliling menggunakan kereta kelinci yang dikenal dengan istilah sepoer. Kendaraan ini biasa mangkal di depan taman wisata yang dipenuhi dengan kios-kios penjaja makanan. Jalur yang dilaluinya mengitari kawasan wisata Kaliurang dari timur ke barat. Melewati gardu pandang yang terletak di sebelah barat, Merapi akan terlihat jelas ketika cuaca cerah. Tarif untuk menaiki kendaraan ini Rp.3.000 per orang jika yang naik minimal tujuh orang. Untuk perjalanan eksklusif, Rp.20.000 akan membuat perjalanan layaknya seorang bangsawan.
Penginapan di Sekitar Kaliurang
| Nama Penginapan | Tipe | Alamat | Tarif per Malam |
| Hotel Kana Kaliurang | | Jl. Giri Kondang (selatang lapangan tennis kaliurang) | Rp200.000 |
| Villa Mawar Asri | | H. Agus Salim No. 40 Notoprajan | Rp275.000 |
| Hotel Anugerah Wisata | | Jl. Kaliurang Km. 5, Karangwuni, CT, Depok Telp: (0274)561840 | Rp 150.000 |
| Puri Indah Inn | Bintang 2 | Jl Pramuka 55 Kaliurang, Jog | Rp350.000 |
| Hotel Vidi Kaliurang | Paviliun | Jl Kesehatan No.4 Kaliurang, Sleman, Yogyakarta | Rp100.000 |
| Nama Makanan | Lokasi |
| Jadah Tempe Mbah Carik | Jl. Asto Mulyo Kaliurang |
| Sate Ngaglik | Depan Kantor Kecamatan Ngaglik, Jalan Kaliurang Km. 9 |
| Mbah Jingkrak (Makanan Jawa) | Jalan Kaliurang KM9,5 (phone 0274 881231) persis setelah dan diseberang pom bensin |
| RM. Sate & Gule Kambing | Jl. Kaliurang KM.10 Yogyakarta |
| Tongseng Kopyok Mbah Ganis | Telogo Puteri, Kaliurang |
Parangtritis
Penginapan di Sekitar Parangtritis
| Nama Penginapan | Kelas | Lokasi | Tarif per Malam |
| Hotel Queen of South | Bintang 3 | Tromol Pos 001 Kretek Bantul Yogyakarta | Rp733.333 |
Kuliner di Sekitar Parangtritis
| Nama Makanan | Lokasi |
| Tempat Pelelangan Ikan (TPA) Depok | Pantai Depok |
| Peyek jingking dan undur-undur | Sepanjang Pantai Parangtritis, Pantai Parangkusumo, Pantai Depok hingga Pantai Samas. |
| Bebek Goreng COCOK | dsn.Kretek, Depok, Parangtritis, Bantul Yogyakarta |
Referensi:
http://id.wikipedia.org/
http://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/places-of-interest/malioboro/
http://www.syahwinda.com/komparasi-harga-sewa-kamar-hotel.html
http://tuwloh.blogspot.com/2008_07_01_archive.html
http://www.bhutours.com/paketrupiah/voucher-yogyakarta.php
http://www.slemankab.go.id/?hal=tampil_menu.php&id_menu=101
http://www.indonesia-tourism.com/yogyakarta/accom.html







