13 Februari 2009

Budaya Antri


Negara kita cukup dikenal dengan budayanya yang selalu disanjung oleh masyarakat luar negeri. Budaya ramah tamah, tepo seliro, tenggang rasa. Lalu masuklah budaya barat mulai dari gaya berpakaian, gaya hidup, cara berpikir dan tentu saja yang akhir-akhir ini mencuat kebebasan yang dicerminkan dari liberalisasi dan demokrasi.

Namun satu yang membuat say masih heran. Budaya antri ternyata belum banyak yang menerapkan. Belum banyak yang sadar. Padahal sebagian besar kita mengaku sudah menerapkan pengaruh westernisasi. Namun yang kita ambil dari budaya barat hanya sisi negatif yang membuat kita tidak semakin maju.

Pernah suatu ketika membeli makanan di sebuah warung. Dengan sabarnya saya mengantri di urutan ketiga. wah hati sudah senang ketika masuk kurang satu lagi karena sudah tiba waktu berbuka puasa. ternyata ada sekelompak wanita yang dengan begitu saja menyerobot dan memesan begitu banyak makanan. Perasaan dongkol, jengkel, tidak terima langsung menyelimuti. Namun sya tahan karena takut puasa rusak karena hal sepele.

Mungkin banyak di antara kita yang mengalami hal serupa. Ternyata budaya yang kita agung-agungkan tidak serta merta tercermin dari cara dan perilaku kita terhadap orang lain. Lalu apa yang salah dari sikap ini? Apakah sistem pendidikan yang hanya fokus pada materi namun bukan pembentukan diri yang lebih baik?Atau adanya pergeseran budaya yang kita miliki. Membutuhkan dukungan dan kerja sama semua pihak agar sikap perilaku masyaraka dapat terbentuk dengan benar. (Niken)

4 komentar:

  1. Hohoho..Pertamax... itu pas kmaren di srobot yo... sabar jeng.. jarene orang sabar dikasihi Tuhan.. Piss.. ^_^
    Nak aku seh disrobot langsung tak uni uni.. hehehehe...
    Keep Posting ya... ayo di update blog nya...

    BalasHapus
  2. Pendidikan bukan alasan utama manusia Indonesia kurang disiplin, tapi moral kita yang kurang menyadari arti penting kedisiplinan dan hormat - menghormati

    Salam kenal dari kami ya...

    (^_~)V

    BalasHapus
  3. Aku cenderung melihat ini adalah budaya Bu`e...penyebabnya adalah Budaya Individualisme yang tertanam disetiap orang di Indonesia...secara gak sadar maupun sadar, mereka pasti akan melakukan juga. Solusinya, jangka pendek kita harus tegur mereka melalui penjualnya, kan bisa bilan "loh Mas(penjual) kan saya dulu yang ngantri, nanti kalu saya marah saya gak bayar ni makanannya (hehehe sing ini munk tambah2in). Untuk Jangka Panjang kita harus memulai mengajarkan sopan santun buat diri kita dan keturunan, terutama budaya ramah (senyum dan sapa kalu ketemu orang lain)...

    Salam
    Ramaniko
    www.kumpulanlinkindonesia.blogspot.com

    BalasHapus

nikenfitra@gmail.com